Pos

Ramalan Garis Tangan

Tadinya saya hanya mau lucu-lucuan,  saat seorang tim operasional yang kabarnya bisa meramal masa depan lewat garis tangan, meramal masa depan saya.  Kaget,  pas di kasih tahu ramalan yang ada baik buruknya,  bikin seisi kantor tertawa lepas.  Saya uraikan satu per-satu beserta klarifikasi saya.

Ramalan Buruk
- tipe boros,  tidak bisa menabung (yes,  thats right,  tapi sekali-kali saya bisa nyimpen kok)
- suka bersenang-senang (come on,  buat apa ada karaoke,  makanan enak,  dan tempat-tempat gaul kalo bukan untuk cari kesenangan 😅 )
- tidak berumur panjang (ini cukup bikin saya syok,  seriusan!)
- kelihatan sehat tapi sebenarnya punya penyakit dalam di perut (sejauh ini I feel so well,  tapi ada baiknya saya cek up sih)
- kurang cerdas (oke,  ga usah klarifikasi udah pada tau)

Ramalan Baik
- dikaruniakan 2 anak (Amin ya Tuhan)
- punya satu pasangan se umur hidup (yes,  I want that) 

Nah,  karena banyak kabar buruknya,  saya jadi syok dan sempat jadi bahan bully di kantor hahahaha. Say…

Gw vs Dewasa #2

Salah satu yang berubah setelah gw beranjak dewasa : gw suka semua pernak-pernik pernikahan. Wajar atuh ya, kan udah gede Peb!.
Masalahnya, gw suka doang, Kalo di tantang buat nikah gw mah ga siap hahahaha. Kejadian beberapa waktu lalu Bapak gw jodohin gw sama anak temennya, menyadarkan gw kalo gw udah 'mateng' buat nikah.. Tapi jangan tanya soal mental, karena gw sangat-sangat jauh dari siap hidup berdua bahkan nambah pasukan (baca:anak). Gw mulai punya duit sejak kerja, dan gw banyak impian terpedam yang pengen gw kejar mumpung ada mata air ehhh maksudnya mata pencaharian..
Hmmmm

#2

Gw vs Dewasa #1

Salah satu yang lucu dari proses gw menjadi dewasa adalah : interest lebih spesifik. Dalam artinya, dulu gw selalu interest dengan banyak hal secara umum, di berbagai bidang. Tapi seiring waktu, gw muak sama beberapa bidang dan interest ke bidang tertentu (aja).
Satu sisi gw seneng, karna gw tau senengnya apa. Tapi disisi lain gw merasa hidup gw mulai monoton dan ga seru. Inikah kehidupan dewasa yang sering gw bilang ga asik?
hhmmm

#1

Wat De P*k

Langit daerah Sragen tidak begitu gelap, tapi hujan mengguyur sangat deras, Bus yang saya tumpangi dari Solo ternyata tidak menghantar saya tepat kedepan Hotel Palma yang sebelumnya sudah saya pesan by phone. Ransel depan dan belakang saya mulai basah saat saya berteduh di pertigaan itu. Feel so lonely and cold. Teringat kekasih hati yang jauh disana, sedang apa dia? Sejak 3 hari lalu dia meninggikan suaranya dan menutup sepihak teleponku setelah aku menceritakan kondisiku, sejujurnya aku sangat kecewa. Walau aku sangat ingin mengirim pesan makian, sampai hari ini aku menahan, hingga hasrat ingin memaki berubah jadi kangen.  Sambil berteduh ku coba menelepon, hingga panggilan ke empat tidak di hiraukan. Ah, kadang aku benci menjadi dewasa dalam suatu hubungan. Aku harus berusaha sabar walau marah, aku harus selalu bilang 'nggak apa-apa' walau sebenarnya aku kenapa-napa. Menunjukkan emosi yang sebenarnya hanya akan menambahkan lebel 'tidak dewasa' padaku di matanya. Se…

Berani beda, kelar idup lo!

Kerja di perusahaan orang China, tapi teriak anti China? Ada!
Menolak atribut Natal, tapi tanggal 25 Des minta cuti bersama Natal? Ada!
Menuduh orang lain kafir, tapi dia nggak tau makna kafir? Ada!
Mengatasnamakan hukum agama, untuk paksa orang beda agama? Ada!
Sebut Imlek haram, tapi ngarep dapet angpao? Ada!
Menuduh orang masuk neraka, dia nya sendiri ga tau nanti mati kemana? Ada!
Orang lain kerjanya bener, tapi masih aja cari celahnya? Ada!
Desain botol minuman 'cuma' mirip botol bir, dibilangnya haram? ada!
Perusahaan roti berusaha netral dan kasih klarifikasi, di bilangnya kafir? Ada!
Foto pakai dua jari tanda 'peace' di sebutnya pendukung Ah**? Ada!
Dan Masih Banyak Lagi..

Sumpah, jengkel banget lihat pemberitaan akhir-akhir ini. Nggak cukup apa, saya mau ibadah natal aja harus jaga-jaga jangan sampai ada Bom. Hal yang sangat printilan pun bisa jadi heboh. Come on, open mind dan jangan harap semua manusia harus sama. Nggak ada masalah, kalo ga ada api yang di s…

Jauh - Afgan Syah Reza

Masih di kantor, mau balik ehh malah hujan. Pengen minta di jemput, tapi bingung mau di jemput siapa :D ..Yo wes, cari play list song galau aja, yang liriknya mendayu-dayu. Pilihan lagu jatuh ke Afgan - Jauh. Lagu ini saya persembahkan untuk merasa dengan doi sudah jauh, lagi jauh-jauhan, atau sedang berencana menjauhi *kompor mode on. Cek this lirik
------------------------------------------------------------------------------
Entah harus berapa lama lagiRasa ini ku pendam sendiriRasa cintaku pada dirimu
Entah harus berapa lagu lagiYang ku tulis agar kau mengertiRasa cinta di hati iniYang tumbuh hanya untuk dirimu
Kau jauh (kau jauh)Mengapa terasa begitu jauh (jauh)Padahal kau ada di depankuTersenyum kepadaku tapi tetap terasa jauh
Setiap kali ku tatap dirimuKau buat ku sadar akan sesuatuKalau bayang diri iniTak pernah ada di kedua matamu ooh
Kau jauh (kau jauh)Mengapa terasa begitu jauh (jauh)Padahal kau ada di depankuTersenyum kepadaku tapi tetap terasa jauh
Ku mencoba (ku mencoba)Selalu …

My Time = My Money

Akhir-akhir ini gua mulai merasa bahwa 24 jam sehari yang Tuhan kasih ke gua itu kurang. Kerja rata-rata lebih dari 8 jam, kehidupan sosial, dan tidur gua yang mulai lumayan panjang. Gw ga terlalu sering tidur terlalu malem, cuman udah mulai kebiasaan bangun jam 7 pagi hahaha Jadinya pagi sudah gua buka dengan buru-buru dan sakit kepala karena kebanyakan tidur. Panggilan temen-temen buat proyek luar mulai gua abaikan karena emang ga sempat. Beberapa konsep yang gua garap pada setengah jalan, semua keteteran.  Intinya sih Prioritas. Cuman pas gua urutin, semua seba penting, serba mendadak, dan serba menuntut.  Mulai kerasa deh kata orang tua zaman dulu, waktu itu sama dengan uang. Berkorban waktu, ya ada fisik uangnya. Membuang waktu (read : berleha-leha) ya nggak ada fisik uangnya. Enak kali ya, kalo gw udah dari sononya turunan orang kaya, punya duit 1 Milliar cuma gua deposito aja bunga nya bisa buat beli jajan es buah heheheh But, nyatanya gua yang gembel ini cuma kesempatan berle…

Single Travel

Saat saya kuliah di Bandung, beberapa orang baru yang saya beritahu kalau saya asal dari Medan, biasanya langsung bilang "jauh pisan dari Medan??" Saat saya training di Tangerang, beberapa orang baru yang saya beritahu, biasanya langsung bilang "jauh dari Medan ke Bandung , kenapa malah kerja ke Tangerang sih??" Saat saya kerja di Jakarta, beberapa orang baru yang saya beritahu biasanya langsung bilang "kok bisa betah sih pindah-pindah Medan, Bandung, Tangerang, trus ke Jakarta?" Saat ini saya kerja di Sidoarjo, beberapa orang baru yang saya beritahu langsung bilang "Ya ampun, kamu kuat ya pindah-pindah? Selanjutnya ke kota mana??" Saat ini saya di kereta api eksekutif Bima, perjalanan dari Surabaya menuju Jogjakarta. Mengenang bagaimana orang bertanya tentang saya, jadinya merasa geli juga. Menjelajah banyak tempat menjadi impian saya saat kecil. Walau harus di bayar dengan rasa kesepian dan sedih jika ada perpisahan. Ada mau, ada bayar, right…

Pria Kesepian

Si Donny, temen saya sejak kuliah sejak 8 tahun lalu. Lupa sejak kapan kami jadi benar-benar berteman, bahkan udah sibuk kerja sekarang, si Donny masih jadi teman baik saya. Seperti malam ini, dia nongkrong di depan kontrakan saya sambil gitaran. Nadanya nggak karuan, padahal dia jago main musik. Mungkin suasana hatinya kacau, atau memang lagi nggak mood."Stella mau nikah bulan depan,bro" Kata Donny. Hmm, sepertinya ada yang panas hati nih. Tahun ini sudah 3 undangan dari mantan yang masuk ke Donny. Jangan bayangkan Donny adalah lelaki tak beruntung yang selalu di putuskan. No! Donny adalah idaman hampir sempurna dari kebanyakan wanita. Tampan, cerdas, keturunan orang berada, pintar bergaul, pekerjaan sukses dan masa depan yang menjanjikan. 3 mantan yang menikah tahun ini adalah 3 dari sekian banyak mantan yang bahkan tidak cukup saya hitung pakai jari tangan dan kaki. Dan rata-rata, Donny yang memutuskan mereka. Beberapa minta putus secara paksa walau masih keadaan cinta b…

Selamat Natal..

Gambar
Natal punya kesan yang cukup personal bagi saya. Moment ini menjadi kesempatan saya rekoleksi secara iman dan semakin mendekat padaNya. Di satu sisi, moment natal digunakan untuk menjalin silahturahmi atau berbagi dengan sesama. Sebagai perantau, moment natal ini dipakai untuk berkumpul dengan keluarga dan sahabat. Tahun ini saya menghabiskan moment berharga ini di Sidoarjo. Karena tidak ada libur yang mumpuni untuk saya pulang, dan juga tidak ada yang mengunjungi saya di Sidoarjo, sepertinya natal tahun ini semakin tidak lengkap. Tapi ya sudahlah, kesendirian tahun ini semoga tidak mengurangi makna natal itu sendiri :)Playlist lagu saya sudah di update ke lagu natal yang ceria, wallpaper saya ganti dengan tema natal. Thankyou Lord, december coming again and I feel health..  Btw, hari ini saya di ucapin selamat natal. Untuk yang jauh disana, terimakasih ya! U are first people say "Marry Christmas" to me!

Kelas Yoga

Gambar
Kemarin sore, 8 Des 2018, group teman-teman gereja yang saya ikutin heboh ajak ikut kelas Yoga. Awalnya sih udah males, capek banget soalnya. Cuman mata saya tertuju pada perut yang bentuknya sudah tak indah, I must do something! Jam 19.00 saya di jemput Ko Can, Ko Titi, dan Ce Mel. Berbekal legging dan kaos seadanya, kami berangkat ke TKP di Klenteng Krian. Itu pengalaman pertama kali saya masuk klenteng. Menghirup bau dupa, menikmati warna merah lampion, dan lampu remang tapi tenang. Good place, tapi saya satu-satunya bermuka batak dan tak sipit hahahaa
Ternyata kelasnya di mulai tepat waktu, peserta sekitar 10 orang yang semuanya wanita. Instrukturnya saya taksir usia 40an tapi body-nya jempolan. Hari itu kami sedikit terlampat untuk pemanasan. Untuk saya dan Ce Mel yang baru pertama kali mencicipi Yoga, langsung kebablakan mengikuti. Kata Ko Titi, seni Yoga adalah seni mengolah pernafasan. Tapi selama kelas Yoga, saya masih gagal mengelola nafas yang pendek ini. Gerakan Yoga ngga…