Postingan

Bicara Sore : Tentang Patah Hati

Ah,  ternyata baru sebulan lebih sedikit.  Tapi rasanya sudah cukup lama. Mengobati hati yang patah memang tak pernah gampang,  apalagi hasrat untuk memulai hal baru sama sekali tidak ada. 
Perpisahan itu masih bisa ku tertawakan,  kesedihan masih bisa ku olah menjadi bahan bercanda,  seolah menurut orang putus cinta bagiku adalah perkara biasa. 
Tapi tak lagi jadi biasa saat yang bergumul adalah otak dan perasaanku. 
Aku tak pernah sama oleh karna pengalaman.  Tapi menggunakan cara yang sama untuk bangkit lagi,  nyatanya tidak membuahkan hasil juga. 
Aku masih menangis,  apalagi saat membutuhkannya,  tapi sadar dia bukan lagi milikku.

Bicara Sore : Apakah Kau Menyesal?

Pembicaraan sore itu..
"apakah kamu menyesal? " tanyanya lirih. Tidak ada nada lembut untuk menjaga perasaanku.  Walau tidak ada embel-embel judul,  aku tau ke arah mana semua ini
"mengapa harus menyesal? " kataku sambil membangun pertahanan.
"manusia itu lucu.  Gengsinya tinggi,  sulit jujur" katanya tersenyum.  Aku meraih secangkir kopi di hadapan kami,  aku butuh doping kafein untuk ketenangan..
"hmmm ya aku menyesal. Aku tak pernah berfikir akan kehilangan separah ini" akhirnya aku harus jujur
"mengapa tak kembali?"
"bukankah kamu bilang manusia itu gengsinya tinggi? "
"apakah memang HARUS bergengsi tinggi?" nadanya menekan pada satu kata itu.
"semua itu pilihan.  Saat itu aku yang memilih berakhir.  Dan untuk kembali?  Biarkan aku makan gengsi di campur penyesalan" kataku dengan senyum getir
"walaupun di masa depan belum tentu kau dapat lebih?  Yakin tak mau kembali? " kali ini dia benar-ben…

Hei Kamu..

Ini hari ke 6 yang kulalui dimana setiap tengah malam aku terbangun. Mengejutkan karna aku lebih patah hati dari yang ku kira.  Menjalani lebih menyakitkan dari pada yang ku bayangkan.   Dan ini hari ke 6 kita tak lagi bersama.  Bodohnya aku masih menunggu pesanmu,  sementara di beberapa status yang kau posting, tampaknya kau baik-baik saja.   Aku masih berharap ada pesan dari mu,  setidaknya ajakan berbaikan.  Sepertinya aku berharap kosong..  Hanya satu pernyataan yang kau ulang 3 kali,  mematahkan pertahananku "cari saja orang lain". Semarah apapun,  ku pikir kau akan mempertahankan 'kita'.  Ternyata topik yang masih sensitif untukmu bisa kau jadikan alasan melepasku serasanya mudah.   Lebih real,  aku tak tahu apa isi pikiranmu lagi.  Tapi aku meraba setiap pernyataanmu,  dan begitu kau ucapkan ketiga kali,  kurasa cukup.   Hari ini aku masih mengharap,  tidak tau nanti malam. Jika kau tak kembali,  aku berdoa agar masa move on ku tidak sampai 2 tahun seperti pad…

My Mantra

My mantra :

I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
.
.
.
Walau sebenarnya aku sangat perduli jika kau tak percaya aku. Tapi aku bisa apa?  Aku hanya bisa mengendalikan diriku, bukan pikiranmu.
Please, Choose me if you want,  and say you not need me if you wont..


Sidoarjo,  7 Des 2017

Desember Punya Cerita

Kalenderku berputar,  minta di pindah ke halaman selanjutnya. Desember datang,  menuju penghujung tahun!
Desember selalu punya cerita,  walau dari sisi ku banyak pahitnya,  tapi cerita masa muda itu masih cukup melekat.
Izinkan aku sedikit bernostalgia,  bukan untuk mengusikmu,  hanya aku ingin memutar memori lagi.  Seperti kau yang membuangku dari hidupmu,  aku pun berusaha mengubur harapan untuk mendekat lagi.  Jadi,  biarkan aku memutar hanya memori,  bukan berharap masa depan.

8 tahun lalu desember masih jadi kenangan indah,  saat kemudaan kita di sentil rasa cinta,  yang katanya cinta monyet. Bertemu adalah moment yang ku rindu,  bahkan tak ingin ku tukar dengan apapun. Kau sangat ku puja,  bahkan angan masa depan hanya tentang mu.
Kita berbagi cerita,  saling mendoakan, dan mengharapkan. PDKT ala anak SMA, dan membuat desember jadi bulan terindah. Kamu dan natal adalah satu paket, karna all I Christmas is You..
Tahun berikutnya desember masih punya cerita,  walau terpisah jarak.…

Ku..

Ku bosan merindu..  Ku lelah mengharap..  Ku sulit tuk ikhlas..  Ku lelah tuk mengeluh.. 
Pergilah hai Jiwa yang seharusnya pergi..

Rasa Bernama Kesepian

Karna saya tipe si melankolis,  ga jarang tema kesepian sering saya angkat.  Rasa kesepian sering menghinggapi mungkin mulai saya lahir ke dunia hingga kini.
Walau banyak teman,  berada di tempat ramai,  bahkan bisa mendapat kesenangan lain,  tapi ya balik lagi,  inside and bottom of my heart,  this hole is so deep.
Karna rasa kesepian cukup menyiksa,  saya mulai belajar keselarasan. Beberapa tahun lalu saya meyakini kesepian seiring waktu akan terkikis,  bersama semakin matangnya jati diri. 
Nyatanya malam ini saya melankolis lagi,  merasa sebatang kara lagi.
Bahkan doa untuk Dia yang ku sebut Tuhan tak mampu menenangkan galau itu,  manusia macam apa aku?

Warung Kopi,  7 Des 2017

Sisi Lain

Salah satu kemampuan yang gua kagum dari atasan langsung gua adalah kemampuan melihat sesuatu dari sisi lain.  Bukan dunia lain lho yaa hahahaha Beberapa kali tim kami dapet case baik masih di lingkup internal maupun berhubungan ke tim luar, bos gua selalu kelihatan tenang.  Sementara gua panik dan merasa buntu,  bos gua langsung melihat case dari beberapa sisi, kasih pandangan lain,  kemudian terciptalah solusi yang bahkan gua ga kepikiran.   Gua ga tau apakah itu berhubungan sama pola pikir laki dan perempuan,  dimana umumnya laki mikirnya taktis dan praktis sementara kaum gua kadang belibet banyak pertimbangan (just FYI,  gua sendirian yang bergender cewek di tim gua,  jd ga bisa bandingkan diri gua sama siapapun secara pola pikir) Mungkin di pengaruhi jam terbang dan kematangan emosional,  tapi kemampuan itu menginspirasi gua. Beberapa kali gua coba bersikap sama ternyata ga gampang.  But,  proses belajar kadang-kadang emang ga enak. Perlu pembiasaan dan waktu,  semoga bisa terbe…

Tentang Karir

Barusan seorang teman ajak saya ngobrol soal karir. Bukan untuk topik yang berat, hanya sekedar sharing mengingat kita berdua ini sama-sama buruh orang. Hmmm, suatu hal yang wajar kalau sebagai pekerja, kita menginginkan yang terbaik sebagai feedback hasil kerja terhadap sebuah perusahaan. Hasil riset hampir 2 tahun berkarir di Mayora dan berdasarkan hasil ngobrol di warung kopi sama kawan sesama buruh saya mendapat fakta : Pekerjaan itu kadang enak lingkungannya, enak tipe pekerjaaannya, tapi nggak enak bayarannya. Kasian dompet rek.Pekerjaan itu bisa jadi gampang dilalui, gajinya ya di atas harapan, cuman orang-orangnya pada j*ncuk semua. Makan hati sudah.Pekerjaan itu kadang enak lingkungannya, gajinya juga bisa buat beli Fortuner, tapi beban kerjannya melebihi Romusha zaman penjajahan Belanda eehhh Jepang. Akibatnya sering kena typus, lelah tak tertahankan, dan jiwa pun tak tenang.Menurut saya tidak ada kondisi yang ideal soal pekerjaan, kecuali kita benar-benar menurunkan ekspekta…

Talk About Religion

Topik agama sebenarnya topik yang sangat saya hindari. Saya adalah penganut prinsip "Agama ku adalah agamaku, Agamamu adalah agamamu". Kalaupun saya bahas, biasanya secara personal dan itupun masih saya filter.  Mau nulis post ini aja, saya mikir sampai hampir sebulan. Why? Karna keyakinan dan agama adalah hal yang sangat personal, sekalipun memilih tidak beragama, ya itu pilihan personal juga. Salah satu hak asasi manusia yang seharusnya tidak di ganggu gugat. Tapi sebaiknya di proses serius juga menimbulkan kerugian/ancaman bagi nyawa orang lain maupun diri sendiri. Dengan catatan, hanya di proses oleh pihak resmi dan berwenang (ini penting di tekankan).  Bijaknya, karna ini adalah pilihan pribadi, tidak selayaknya di utak-atik, di jadiin becandaan, atau di paksa untuk mengikuti keyakinan orang lain. Kalaupun ada prosesi pindah keyakinan, kiranya itu dilakukan karna kesadaran diri tanpa paksaan dari pihak lain.  Apakah saya pernah merasa terintimidasi terkait keyakinan saya? …

How your weekeend?

Beberapa waktu lalu gua mencoba situs website pertemanan yang membuka peluang gua berkenalan sama banyak orang asing di luar sana. Biasanya di mulai dengan basa-basi. Setelah melakukan penelitian beberapa minggu ini, gua mendapati fakta aneh versi Pebri sendiri. Faktanya, pas hari senin sampai kamis, mereka bisanya nanya : How your day?. Kalau jumat sampe minggu mereka bakal basi nanya : How your weekeend?. ((Lah? Kan emang iya Peb, ya kali dia nanya weekend pas hari rabu lu lagi sibuk garap laporan hahaha)) Tenang, gua cuma mau menghubungkan pertanyaan itu ke diri gua. Umumnya sabtu itu hari libur, tapi gua masih berkutat kerjaan sampe jam 2 siang. Belum lagi sore ini gua lembur mungkin sampe tengah malem untuk olah database subdist yang plan running-nya di percepat seminggu. Kalo sabtu ini ga beres, gua harus mengorbankan hari minggu yang dijatah untuk malas-malasan sambil nonton film bajakan  di ranjang yang butuh teman uyel-uyelan. Pebri mah apa atuh, lembur juga di hitung loyalitas.…

Dia Dapet Apa?

Dulu, setiap gua pacaran atau deket sama seseorang, gua selalu lihat apa yang gua dapet dari dia.. Kayak status sosial, temen curhat, perhatian, tebengan makan, atau gandengan bawa ke kondangan. Setiap cowok yang deket sama gua, hampir ga ada yang sama secara karakter dan fisik. Ada yang memenuhi harapan gua, ada juga yang ujung-ujungnya bikin gua capek hati. Tapii, tiba-tiba gua mikir, apa sih yang mereka dapet dari gua? hahaha Betapa mereka lelaki-lelaki tak beruntung saat sama gua. Why? Karna gua ga bisa masak, ya ga bisa manjain perutnya. Gua ga cantik, dan kalo di ajak kondangan biasanya gw udh panik sama baju dan makeup buat nutuipin jerawat serta shading hidung biar ga pesek-pesek amat. Seks? Lah gw cuma ngerti sebatas bibir basah. Ga bisa nyetir dan pasti kemana-mana gua jadi nebengers. Gua ga pinter-pinter banget, ga lucu-lucu banget, dan gaul sama sekali.  Dann, apakah gua harus tau diri sama semua kekurangan gua? Nggak lah! Type cowok gua masih kayak Christian Bautista. Kalo …