Postingan

Why Must Diet (again) ?

Ceritanya minggu lalu saya main ke rumah temen dan numpang ukur berat badan.  Betapa kagetnya saya ternyata timbangan udah 60KG!!
Saya panik dan langsung ngaca,  saya udh kelamaan betah sama tumpukan lemak perut, paha, pipi,  lengan,  dll..  Satu doang yg saya syukuri : keberadaan lemak di pantat bikin saya makin semok hahahah
Tahun lalu,  pas masih 55 KG saya udah diet,  cuman ga bahagia.  Karna saya batasi makan yang saya suka,  saya harus maksa diri olahraga sementara kerjaan lagi banyak,  alhasil saya sensi tiap di katain gendutan.  Tapi beberapa advice orang terkasih bilang hal positif tentang tubuh saya,  akhirnya saya hentiin diet dan nyaman sama badan segini. 
Dengan bodohhnya saya nggak pernah estimasi kalo bb saya akan semakin meningkat kalo saya nggak ubah pola hidup. 
Setidaknya 3 hal yg saya rugi banget stelah berat badan naik..

1. Badan males, gampang ngantuk

Duduk bentar, ngantuk. Diboncengin,  ngantuk.  Nongkrong di warkop,  ngantuk. Pusing dikit,  ngantuk. Seneng dikit…

Kecewa itu seperti..

Kecewa itu seperti..
Saat kau melihat satu buah,  yang indah kulitnya,  dan membayangkan enak rasanya.  Saat kau gigit,  ternyata lebih pahit dari empedu ayam..

Hi Mom..

Hi Mom, 
How are you today in Heaven?  Almost 3 years is last time i hear your voice.  I miss You so much,  as I want you here. 
Mom,  I have something plans and problems in my mind.  But, I cant talk to everyone who I know.  I just pray and hope God say to you what I praying. 
Btw,  I just wanna say I miss You,Mom. Its imposible to make you here,  but I just write all I wish,  like I want you know (but its imposible too,right? 😂)
I will continue my work,  see you later. .

Love,  Pebri..

Bicara Sore : Tentang Patah Hati

Ah,  ternyata baru sebulan lebih sedikit.  Tapi rasanya sudah cukup lama. Mengobati hati yang patah memang tak pernah gampang,  apalagi hasrat untuk memulai hal baru sama sekali tidak ada. 
Perpisahan itu masih bisa ku tertawakan,  kesedihan masih bisa ku olah menjadi bahan bercanda,  seolah menurut orang putus cinta bagiku adalah perkara biasa. 
Tapi tak lagi jadi biasa saat yang bergumul adalah otak dan perasaanku. 
Aku tak pernah sama oleh karna pengalaman.  Tapi menggunakan cara yang sama untuk bangkit lagi,  nyatanya tidak membuahkan hasil juga. 
Aku masih menangis,  apalagi saat membutuhkannya,  tapi sadar dia bukan lagi milikku.

Bicara Sore : Apakah Kau Menyesal?

Pembicaraan sore itu..
"apakah kamu menyesal? " tanyanya lirih. Tidak ada nada lembut untuk menjaga perasaanku.  Walau tidak ada embel-embel judul,  aku tau ke arah mana semua ini
"mengapa harus menyesal? " kataku sambil membangun pertahanan.
"manusia itu lucu.  Gengsinya tinggi,  sulit jujur" katanya tersenyum.  Aku meraih secangkir kopi di hadapan kami,  aku butuh doping kafein untuk ketenangan..
"hmmm ya aku menyesal. Aku tak pernah berfikir akan kehilangan separah ini" akhirnya aku harus jujur
"mengapa tak kembali?"
"bukankah kamu bilang manusia itu gengsinya tinggi? "
"apakah memang HARUS bergengsi tinggi?" nadanya menekan pada satu kata itu.
"semua itu pilihan.  Saat itu aku yang memilih berakhir.  Dan untuk kembali?  Biarkan aku makan gengsi di campur penyesalan" kataku dengan senyum getir
"walaupun di masa depan belum tentu kau dapat lebih?  Yakin tak mau kembali? " kali ini dia benar-ben…

Hei Kamu..

Ini hari ke 6 yang kulalui dimana setiap tengah malam aku terbangun. Mengejutkan karna aku lebih patah hati dari yang ku kira.  Menjalani lebih menyakitkan dari pada yang ku bayangkan.   Dan ini hari ke 6 kita tak lagi bersama.  Bodohnya aku masih menunggu pesanmu,  sementara di beberapa status yang kau posting, tampaknya kau baik-baik saja.   Aku masih berharap ada pesan dari mu,  setidaknya ajakan berbaikan.  Sepertinya aku berharap kosong..  Hanya satu pernyataan yang kau ulang 3 kali,  mematahkan pertahananku "cari saja orang lain". Semarah apapun,  ku pikir kau akan mempertahankan 'kita'.  Ternyata topik yang masih sensitif untukmu bisa kau jadikan alasan melepasku serasanya mudah.   Lebih real,  aku tak tahu apa isi pikiranmu lagi.  Tapi aku meraba setiap pernyataanmu,  dan begitu kau ucapkan ketiga kali,  kurasa cukup.   Hari ini aku masih mengharap,  tidak tau nanti malam. Jika kau tak kembali,  aku berdoa agar masa move on ku tidak sampai 2 tahun seperti pad…

My Mantra

My mantra :

I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
I dont care if you not believe me!
.
.
.
Walau sebenarnya aku sangat perduli jika kau tak percaya aku. Tapi aku bisa apa?  Aku hanya bisa mengendalikan diriku, bukan pikiranmu.
Please, Choose me if you want,  and say you not need me if you wont..


Sidoarjo,  7 Des 2017

Desember Punya Cerita

Kalenderku berputar,  minta di pindah ke halaman selanjutnya. Desember datang,  menuju penghujung tahun!
Desember selalu punya cerita,  walau dari sisi ku banyak pahitnya,  tapi cerita masa muda itu masih cukup melekat.
Izinkan aku sedikit bernostalgia,  bukan untuk mengusikmu,  hanya aku ingin memutar memori lagi.  Seperti kau yang membuangku dari hidupmu,  aku pun berusaha mengubur harapan untuk mendekat lagi.  Jadi,  biarkan aku memutar hanya memori,  bukan berharap masa depan.

8 tahun lalu desember masih jadi kenangan indah,  saat kemudaan kita di sentil rasa cinta,  yang katanya cinta monyet. Bertemu adalah moment yang ku rindu,  bahkan tak ingin ku tukar dengan apapun. Kau sangat ku puja,  bahkan angan masa depan hanya tentang mu.
Kita berbagi cerita,  saling mendoakan, dan mengharapkan. PDKT ala anak SMA, dan membuat desember jadi bulan terindah. Kamu dan natal adalah satu paket, karna all I Christmas is You..
Tahun berikutnya desember masih punya cerita,  walau terpisah jarak.…

Ku..

Ku bosan merindu..  Ku lelah mengharap..  Ku sulit tuk ikhlas..  Ku lelah tuk mengeluh.. 
Pergilah hai Jiwa yang seharusnya pergi..

Rasa Bernama Kesepian

Karna saya tipe si melankolis,  ga jarang tema kesepian sering saya angkat.  Rasa kesepian sering menghinggapi mungkin mulai saya lahir ke dunia hingga kini.
Walau banyak teman,  berada di tempat ramai,  bahkan bisa mendapat kesenangan lain,  tapi ya balik lagi,  inside and bottom of my heart,  this hole is so deep.
Karna rasa kesepian cukup menyiksa,  saya mulai belajar keselarasan. Beberapa tahun lalu saya meyakini kesepian seiring waktu akan terkikis,  bersama semakin matangnya jati diri. 
Nyatanya malam ini saya melankolis lagi,  merasa sebatang kara lagi.
Bahkan doa untuk Dia yang ku sebut Tuhan tak mampu menenangkan galau itu,  manusia macam apa aku?

Warung Kopi,  7 Des 2017